Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

BERBAGAI MUSIM DI KOREA SELATAN

Korea punya empat trend, yaitu demam isu hujan & animo panas di pertengahan tahun, & trend dingin dari bulan November sampai bulan Maret. Pulau Jeju yg terletak di pesisir pantai Selatan tergolong ke dalam wilayah paling hangat & paling basah di negeri Korea. Waktu yang paling ideal untuk berkunjung ke Korea merupakan di antara bulan-bulan isu terkini gugur, yaitu bulan September hingga November.

Selama kurun ketika isu terkini gugur, iklim pada Korea relatif hangat, cuaca pun cerah, langit berwarna biru, dengan dedaunan yang sangat menakjubkan dan sangat menarik. Musim dingin yang sangat dingin dan kering merupakan waktu yg cantik buat berkunjung ke Korea apabila Anda tertarik menggunakan olah-raga ekspresi dominan dingin, lantaran Korea mempunyai poly tempat buat olah-raga ski. Musim semi yang dimulai pada bulan April sampai Mei juga sangat indah menggunakan bunga Sakura yg bermekaran. Tetapi, ekspresi dominan ini tergolong trend yg padat buat berkunjung ke Korea, sehingga kita perlu memesan terlebih dahulu buat bisa memastikan akomodasi yg tersedia. Bulan-bulan animo panas sangatlah lembab juga panas dan agak ramai, karena waktu musim hujan sudah datang maka banyak kegiatan yang harus diubahsuaikan dengan fluktuasi hujan yang lebat.

Perbedaan Empat Musim

Iklim Korea tergolong ke pada iklim benua bila dilihat menurut temperatur dan angin yg bertiup & curah hujan. Iklim Korea dibedakan menjadi empat jenis demam isu, yaitu: trend semi, isu terkini panas, musim gugur, dan isu terkini dingin.

  • Musim Semi

Musim Semi dimulai sejak akhir bulan Maret sampai awal bulan Mei. Suhu yang ringan dan menyegarkan menjadikan musim semi sebagai musim yang ideal untuk menyaksikan bunga Sakura bermekaran, bunga Forsythia, bunga Azaleas, dan bunga Magnolias dan Lilacs yang bermekaran pada puncak musim Semi.

  • Musim Panas

Musim Panas dimulai pada bulan Juni hingga Agustus, & puncak ekspresi dominan panas merupakan bulan Agustus menggunakan suhu kurang lebih 23 sampai 26 derajat celcius. Keringnya musim dingin & animo semi seakan menghilang selama demam isu panas tiba karena suhu isu terkini panas sangat tinggi & lembab. Cuaca ekspresi dominan panas umumnya relatif pengap sehingga sangat nir nyaman. Selama tahun ini penggunaan AC & kipas angin meningkat. Cuaca sangat panas menjelang akhir bulan Juli sampai akhir bulan Agustus. Seiring dengan tingkat kelembaban yg tinggi, orang mencicipi lebih panas. Umumnya, antara akhir bulan Juni sampai pertengahan bulan Juli di Korea sudah masuk ekspresi dominan Hujan. Selama ekspresi dominan hujan di Korea nir ada terik panas, dan buat beberapa minggu umumnya berawan disertai hujan yang sering hingga tiga minggu.

Frekuensi hujan disebut Jangma, dan angin topan secara langsung bisa mengakibatkan kerusakan pada tanaman. Pada musim panas, banyak terdapat buah-buahan di antaranya adalah buah Semangka, Melon, buah Persik, dan juga terdapat banyak sayuran. Selain itu, wilayah pegunungan tertutup oleh tanaman hijau. Untuk menghindari teriknya panas matahari, orang Korea biasanya pergi memanjat gunung, pergi ke pesisir pantai, atau pergi ke daerah lembah untuk menikmati waktu liburan musim Panas.

*Jangma

Jangma adalah istilah untuk hujan di musim panas. Fenomena ini muncul karena hujan musiman di Asia Timur yang datang dari arah Timur ke Barat. Curah hujan selama Jangma menunjukkan persentasi yang signifikan dibanding curah hujan tahunan di Korea. Musim ini terjadi tidak lama setelah masa penanaman padi, sehingga curah hujan cukup berpengaruh terhadap hasil panen padi.

Musim Gugur

Musim Gugur di Korea dimulai dalam bulan September sampai bulan November. Udara di trend gugur dingin jua kering, dan langit biru menggunakan sedikit awan. Orang Korea menyebut ekspresi dominan gugur dengan sebutan Cheon-go-mabi. Panasnya ekspresi dominan panas tampaknya masih bersisa di bulan September. Udaranya panas dalam ketika siang, namun udara di pagi hari dan sore dingin. Pada bulan Oktober, terdapat sedikit curah hujan & tingkat kelembaban pada udara pun menurun, sebagai akibatnya cuacanya kering & menyenangkan. Di akhir trend panas hingga awal demam isu gugur, angin topan ada dari arah Pasifik Selatan.

Musim gugur merupakan ekspresi dominan yang indah menggunakan dedaunan yang berjatuhan. Pohon Gingko dan pohon Maple berubah warna daunnya sebagai kuning & merah di semua Korea. Selama isu terkini gugur, warga Korea bahagia pulang memanjat gunung buat menikmati pemandangan latif yg diciptakan oleh dedaunan di isu terkini gugur. Pegunungan & dedaunan yg berjatuhan pada animo gugur di seluruh daerah Korea mengundang ramai orang datang selama animo gugur ini. Musim gugur pula dikenal menjadi demam isu panen yg melimpah, pada antaranya panen padi, ubi, butir apel, butir persik, & buah Jujube.

*Cheongomabi

Istilah Cheongomabi artinya adalah “langit tinggi dan kuda yang menjadi gemuk’. Istilah Cheongomabi banyak menggambarkan musim gugur. Pada musim ini, langit sangat biru dan jernih juga bersih, sehingga sangat bagus untuk pergi tamasya, dan musim panen membuat banyak makanan untuk dimakan.

  • Musim Dingin

Musim Dingin di Korea biasanya dimulai antara bulan Desember hingga bulan Februari, dengan suhu terdingin yang muncul pada bulan Januari yang mencapai minus 3 hingga 6 derajat Celcius. Hari-hari dengan suhu paling rendah biasanya terjadi antara pertengahan dan akhir bulan Januari. Di musim dingin, hari-hari menjadi lebih pendek, sinar matahari muncul lambat dan matahari tenggelam lebih awal. Biasanya siklus tiga hari dingin yang diikuti empat hari hangat yang disebut dengan istilah Samhansaon selalu berulang selama musim dingin.

Daerah pegunungan di provinsi Gangwon-do turun hujan salju sejak awal musim dingin, dengan suhu yang semakin dingin dan kering karena angin yang bertiup berasal dari Siberia. Antara bulan Desember hingga bulan Februari terdapat liburan hari-hari besar, yaitu: hari Natal, hari Tahun Baru, dan hari Tahun Baru Imlek. Sementara antara bulan Februari hingga awal bulan Maret adalah masa untuk wisuda dan awal masuk sekolah. Untuk daerah pedesaan, selama musim dingin lahan pertanian berhenti istirahat sejenak sampai tiba masa bercocok-tanam di musim semi, dan beberapa jenis sayuran tumbuh dan dikembangkan di dalam rumah kaca. Antara bulan November hingga Desember biasanya dilakukan persiapan pembuatan Kimchi dengan skala besar yang bisa dikonsumsi sepanjang musim dingin. Proses persiapan Kimchi dengan skala besar ini disebut Gimjang.

* Fenomena Samhansaon (Tiga hari dingin & empat hari hangat)

Samhansaon adalah istilah yang merujuk fenomena ‘tiga hari dingin yang diikuti empat hari hangat’. Iklim seperti ini sering terjadi di wilayah Timur-laut Cina dan Korea selama musim dingin. Fenomena ini berlanjut dengan siklus tujuh hari dengan tekanan benua yang tinggi dan kuat kemudian menjadi melemah. Rata-rata tingginya tekanan dengan siklus naik dan siklus turun terjadi selama 3 sampai 4 hari, sehingga fenomena ini disebut Samhansaon (tiga hari dingin dan empat hari hangat). Walaupun perubahan iklim umumnya terjadi dalam siklus 7 hari, hal ini menjadi sulit untuk diprediksi yang disebabkan oleh perubahan iklim.

*Gimjang

Gimjang adalah istilah yang merujuk pada persiapan pembuatan Kimchi dalam skala besar sehingga bisa dikonsumsi selama musim dingin. Persiapan Kimchi dalam skala besar adalah momen istimewa khususnya di dalam kehidupan rumah-tangga masyarakat Korea, dan biasanya dilakukan antara akhir musim gugur dan awal musim dingin. Kimchi yang dibuat selama periode ini dinamakan Gimjang Kimchi. Sawi putih Korea menjadi bahan utama pembuatan Kimchi, dan bumbunya terbuat dari sayur lobak, udang kecil basah, bawang putih, bawang bombai, jahe, garam, ikan asin, cabe merah bubuk. Gimjang Kimchi disimpan dengan hati-hati untuk persediaan musim dingin.

Source :

http://www.Visitkorea.Or.Id/bbs/halaman.Php?Hid=cuaca_ko

Post a Comment for "BERBAGAI MUSIM DI KOREA SELATAN"